Jumat, 10 Maret 2017

Ternyata Beliau Suka Jail Juga

Ibu pernah bercerita bahwa suatu waktu Ayah pernah dimintai bantuan oleh salah seorang teman nya untuk memangkas rambut teman nya tersebut, karena beliau juga ahli dalam urusan potong rambut.
Dengan senang hati beliau bersedia, beliau menyiapkan segala peralatan tempur nya, gunting, sisir, dan cermin mungkin. Dengan semangat nya beliau pun mulai beraksi.

Teman nya ini sangat senang, karena bisa pangkas rambut gratis. Beberapa saat berlalu, sudah siap separuh/ sebelah, beliau pun berhenti sejenak, memandangi hasil polesan nya tersebut, lalu membersihkan dan mengemasi perkakas nya tadi. Dengan wajah heran sontak teman ayah tersebut bertanya kepadanya, 'Mengapa peralatan nya di simpan..??? Kan belum siap..!!!', lalu dengan wajah serius dan polos ayah pun menjawab 'Untuk hari ini sekian dulu, besok kita lanjutkan lagi', sambil melangkah pergi meninggalkan teman nya tersebut dengan gaya rambut Korean Style ( yang dipangkas cuma sebelah ).

A Y A H

Beliau bernama Syamsul Bahri Batubara, Kelahiran Tahun 1957.
Sosok yang sangat tegas, religius, bijaksana, jujur, berjiwa besar.
Sampai saat ini beliau masih menjadi inspirasi terbaik dalam hidup saya. Ingin sekali saya menjadi seperti beliau, mulai dari caranya berbicara, makan, bekerja, dll. Tapi bukanlah hal yang mudah, karakternya begitu kuat, meki banyak yang mengatakan bahwa saya mirip sekali dengan beliau, tapi bagi saya, saya masih amat sangat jauh di bawah beliau.

Beliau yang saya panggil dengan sebutan 'AYAH', panggilan yang sangat saya rindukan hingga saat ini.

Takkan pernah ada yang bisa menggantikan.

Saya masih ingat betul, kala saya masih kecil, sepulang dari sawah karena beliau adalah seorang petani, dengan tubuh yang lelah, beliau akan menyempatkan diri mengajak saya bercengkrama dengan caranya sendiri. Beliau akan memeluk saya dari belakang seakan- akan saya menggendongnya, seraya berkata ' Ayo gendong ayah, ayah capek sekali ', seperti itulah cara beliau mengajak saya bermain, sangat sederhana memang, tapi itulah yang kurindukan.

Menurut saya beliau adalah orang yang jenius, hanya saja keberuntungan yang kurang berpihak padanya. Beliau hanya tamat SD, sempat melanjutkan ke jenjang tingkat Tsanawiyah (SMP), tapi karena keadaan ekonomi yang tidak memadai mengharuskan beliau untuk putus sekolah. Belum sampai umur 5 tahun beliau sudah kehilangan Ibu ( meninggal dunia ), makanya saya tidak kenal dengan nenek saya, jangankan saya, beliaupun tak bisa mengingat rupa wajah nenek.

Saya tahu persis bahwa beliau jenius, karena setiap malam saat mengerjakan PR di rumah, saya selalu meminta bimbingan nya, logika nya yang sederhana tapi KEREN itulah yang memberikan petunjuk jawaban untuk PR saya, apalagi kalau mata pelajaran Matematika. Beliau guru terbaik saya.

Malam hari, selelah apapun beliau, beliau akan menyempatkan diei untuk membaca Al-qur'an, bahkan tak jarang sampai ketiduran sambil duduk tangan nya masih memegang Al- Qur'an. Hal itulah salah satu yang belum tertirukan oleh saya sampai saat ini.

Di rumah, beliau tak banyak bicara, tapi menurut ibu, di antara teman- teman nya, ternyata beliau suka jail juga.

Rabu, 30 November 2016

TARI PANEN

Bunga Ni Holong LipSync By Duo Coy

XPDC Air Terjun Muara Kiawai bersama Tinta Pena dan Jangkar Family

ARTIS IBU KOTA SEMPATKAN UNTUK MENONTON TURNAMEN KARISMA CUP 1 (TERNYATA...

Senin, 16 Mei 2016

vwplur ANIVERSARY

VW PLUR ANIVERSARY